IDE MAIN MATEMATIKA (1)

Saya bukanlah orang yang suka dengan matematika. Sekian lama bermusuhan dengan pelajaran yang satu itu, membuat saya menganggap matematika nyaris mustahil dikenalkan dengan cara yang mudah, menyenangkan dan sederhana. Bahkan, sebelum Arel lahir, saya sudah merencanakan  tidak akan memaksakan anak saya kelak untuk mahir matematika.

Kemudian, suatu hari saya mengikuti sebuah Mini Workshop tentang mengajarkan matematika pada balita. Saya terpana sambil garuk-garuk kepala. Ternyata saya salah memahami matematika sebagai pelajaran menyebalkan. Eits…ayo ngaku, siapa yang juga menganggap matematika menyebalkan sama seperti saya? Saya yakin, bukan saya saja yang begitu.

Hal ini disebabkan, karena pada jaman saya kecil dulu, matematika diajarkan dengan konsep  tak boleh salah – sebuah ilmu pasti yang mutlak kebenarannya. Tak ada keindahan dongeng dalam matematika karena ini ilmu yang memerlukan logika bukan imajinasi.  Belajar matematika harus tahu benar semua rumus dan tekniknya tanpa boleh lupa. Apalagi kebanyakan guru matematika jaman dulu ga pernah ada manis-manisnya.  Duh…belum-belum sudah nakutin kan?

Tapi begitu saya tahu bahwa matematika itu adalah kehidupan di sekitar kita, paradigma saya berubah.

Meletakkan buku di rak buku, sepatu dan sandal di rak sepatu, baju dan celana di lemari pakaian, piring dan gelas di dapur adalah matematika – tentang Himpunan.

Menyanyi’ Satu-satu aku sayang Ibu’, atau lagu lama Puput Melati ‘Satu ditambah satu’ adalah matematika – menghitung dan mengenal angka.

Belajar menggambar rumah dengan persegi panjang dan atap segitiganya, atau  menghiasi dinding kamar dengan stiker glow in the dark bintang-bintang dan  bulan sabit  adalah matematika  – tentang bentuk geometri dua dimensi.

Segala sesuatu yang ada di rumah atau di sekitar kita bisa kita gunakan sebagai ruang belajar matematika.

Ah seandainya guru-guru kita waktu itu mengajarkannya dengan cara menghibur seperti ini.

Arel mirip saya. Agak gimana gitu pada matematika 😂. Dia tidak  akan duduk tenang di depan meja kecilnya untuk mengerjakan lembar kegiatan matematika. Saya harus membuat  kegiatan sederhana yang membuatnya merasa tertarik dan bersemangat untuk belajar.

Di bawah ini adalah beberapa kegiatan yang pernah saya lakukan bersama Arel.

MATCHING NUMBERS with BOTTLE CAPS

Saya mengunduh printable dari http://www.totschooling.com. Lalu menempelkan gambar kue keringnya pada tutup botol bekas.

Tugas Arel adalah menyamakan jumlah choco chips pada kue kering dengan angka.

COUNTING with FISH COOKIES

Saya menemukan biskuit jadul berbentuk ikan ini di supermarket. Sepertinya menyenangkan jika berhitung dengan biskuit imut ini.

Printable-nya bisa diunduh di bagian bawah artikel ya.

BERHITUNG DENGAN TONGKAT BERWARNA

Jika Anda punya mainan serupa, mainan ini banyak kegunaannya. Selain sebagai alat bantu hitung, si Kecil juga bisa mengelompokkan warna.

Jika tak punya, tak usah buru-buru beli. Sedotan warna atau stik es krim warna juga bisa digunakan sebagai alternatif.

MENGHIAS CUPCAKE

Arel suka sekali membuat kue. Membuatnya aja. Giliran makan hasil masakan, ya tetep saya yang banyak (mau kurus bagaimana? 😥)

Daripada  repot bikin cupcake, akhirnya saya membuat printable ini.

Nah, untuk hiasannya, Anda bisa gunakan aneka benda kecil yang aman di rumah. Kancing, mata mainan, biji jagung, playdough, atau guntingan kertas. Tak perlu memaksakan diri membeli manik-manik imut jika tak ada.

Anda bisa mengunduh printablenya pada artikel BELLA & BALON MERAH.

MEMBUAT BENTUK GEOMETRI 2D

Si kecil sudah hapal nama bentuk geometri? Coba ajak dia membuat dan menghitung sudutnya. Ini membantunya memahami jumlah sudut dan sisi yang menjadi nama bentuk itu sendiri.

Waktu itu ada banyak playdough sisa permainan sebelumnya. Daripada terbuang, saya gunakan untuk bermain ini.

Jika Anda masih cemas menggunakan tusuk gigi, ganti saja dengan cotton bud atau sedotan.

PATTERN SHAPES

Untuk yang satu ini, saya menggunakan perlengkapan dari Learning Math with Albert (LMA). 

Anda juga bisa menggunakan mainan balok kayu atau mainan lain yang serupa. Bagi yang suka membuat sendiri (DIY), Anda bisa membuatnya dari magnet lembaran yang dipotong-potong sesuai bentuk geometri 2D. Lalu, tempelkan kertas warna (buffalo) di atas permukaannya dengan lem.

Bisa dijadikan tempelan kulkas atau dimainkan di papan tulis magnet

Itulah sekilas tentang matematika sederhana di rumah kami. Saya selalu berusaha menggunakan perlengkapan yang murah meriah namun tetap maksimal dalam penggunaannya. Karena itulah saya sering menyisipkan kalimat, “jika tidak ada, bisa diganti dengan….”

Karena saya tahu, ada bagian hati para Emak yang gampang mupeng dan berdenyut nyut nyut jika melihat postingan mainan imut dengan review abcd tentang kualitas dan manfaatnya untuk anak.

Tak apa jika memang ada anggarannya. Jika tak ada, kerahkan sedikit energi untuk mengitari di dalam atau di luar rumah mencari penggantinya. Ada banyak kok. Tak perlu selalu beli.

Selamat bermain

Processing…
Success! You’re on the list.

Daftar Printable:
1.|| COOKIE JAR PRINTABLE||
2. ||Nowerian Printable_Counting Fish||
3. || Nowerian Printable GEOMETRI SHAPES 2D ||
4. ||NOWERIAN PRINTABLE_Learning Math Pattern Shape||

****

Printable dapat diunduh untuk Subscriber http://www.negerinower.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s