ULASAN BUKU: BRAMBLY HEDGE

oleh

Indah Sevianita

Buku ini, sebenarnya sudah saya miliki sejak tahun 2013. Saya menemukannya di tumpukan buku-buku bekas pada penjualan buku murah yang diadakan salah satu toko buku di Surabaya.

Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah gambarnya sampul bukunya yang sangat indah. Berwarna putih gading dan dihiasi gambar buah beri hitam yang mengelilingi sampul depannya. Di tengah sampul ada gambar sekeluarga tikus. Sungguh itu merupakan sampul buku tercantik yang pernah saya lihat.

phonto_edit (12).jpg

Arel masih berumur sekitar satu tahun saat itu. Ia belum tertarik pada buku ini meskipun bagi saya gambarnya benar-benar indah. Pun dua tahun kemudian ketika saya mencoba membacakannya kembali pada Arel. Ia lebih tertarik pada buku tentang serangga daripada buku dongeng tentang para tikus.

Nah, karena tahun ini, Arel sudah menunjukkan minat pada buku berjenis dongeng, beberapa hari yang lalu saya mencoba membacakannya buku ini sembari sarapan pagi dengan santai. Kali ini, Arel terkesima dengan lukisan dalam bukunya, dan kami maraton dari pagi hingga siang membaca empat kisah pada bukunya.

1505526214094

Buku Brambly Hedge ditulis oleh wanita bernama Jill Barklem. Semasa kecilnya ia tinggal di Epping-Essex; sebuah kota kecil di tepian kota London- yang dikelilingi pepohonan dari Epping Forest. Jill mengaku tidak terlalu menyukai London (saat ia berkuliah di sana) karena terlalu banyak orang dan kurangnya kepedulian satu dengan yang lain. Untuk menghilangkan ketidaksukaannya ini, Jill membangun dunianya sendiri yang bernama Brambly Hedge.

Brambly Hedge adalah sebuah desa kecil yang didiami para tikus. Mereka tinggal di dalam pohon (bahkan ada apartemennya). Satu hal yang sangat menonjol dari seluruh cerita Brambly Hedge adalah kebersamaan mereka. Mereka saling membantu memetik buah beri. Membuat tepung untuk roti di pabrik bertenaga air yang ramah lingkungan. Berbagi tugas untuk mewujudkan pesta dansa musim dingin; mulai dari memasak makanan, membuat istana salju, dan bermain orkestra.

Buku yang saya miliki adalah kumpulan cerita Brambly hedge. Di dalamnya ada delapan kisah berbeda yang saling bertautan.

Spring Story memuat cerita tentang Pesta “piknik ‘ Ulangtahun kejutan untuk Wilfred. Melalui cerita ini kita bisa mengajarkan pada anak-anak bahwa mengingat dan mengucapkan ‘selamat’ ulangtahun pada orang yang berulangtahun merupakan salah satu cara untuk memperhatikan dan menunjukkan kasih sayang.

Summer Story bercerita tentang pernikahan Miss Poppy Eyebright (what a name for mouse he..he..). Jika anak Anda berusia sekitar 3 tahun atau lebih, Anda bisa mengajaknya mengingat-ingat pesta pernikahan yang pernah ia hadiri bersama Anda. Ajak mereka menelusuri kembali banyak hal yang mereka lihat waktu. Bandingkan dengan pesta pernikahan Miss Poppy.

Pada bagian ini diceritakan tentang Pabrik Tepung dan Mentega di Brambly Hedge. Jill Barklem membuat ilustrasi pabriknya dengan indah dan rinci. Sebuah pabrik yang berada di dalam pohon. Arel sampai memekik kegirangan dan tak henti-hentinya berkata, “wooow…wooww…aku suka, bagus gambarnya.”

Brambly Hedge_Summer Story

Autumn Story adalah cerita tentang memetik buah beri dan pencarian hilangnya Primrose. Cerita ini dapat menjadi nasihat yang baik bagi anak Anda, agar mereka berani dan tetap tenang saat menghadapi situasi genting. Anda juga bisa menambahkan saat Anda sekeluarga berekreasi ke tempat liburan yang ramai, mereka tidak berjauhan dari Anda agar tidak tersesat.

Lalu kita akan terbawa pada indahnya pesta dansa bersalju di Winter Story. Salju adalah hal yang asing bagi anak-anak di negara tropis. Melalui 4 cerita musim ini, Anda bisa mengenalkan pada anak, bahwa ada negara-negara yang iklimnya berbeda dengan kita.

The Secret Staircase bercerita tentang sebuah perayaan tahunan di Brambly Hedge. Saat para keluarga Tikus berkumpul di Old Oak Palace untuk membaca puisi dan menonton pertunjukan drama. Anak-anak tikus menemukan sebuah ruang rahasia yang berisi dengan benda-benda kuno.

The High Hills, dan Sea Story merupakan cerita petualangan Wilfred di dua tempat yang berbeda. Kita bisa mengenalkan perbedaan kehidupan gunung yang bersuhu dingin dan kehidupan pantai yang berangin. Juga cerita tentang ladang garam yang berasal dari laut,dan gunung yang tinggi biasanya ditutupi salju pada puncaknya.

Buku ini diakhiri dengan cerita Poppy’s Babies- merupakan lanjutan dari Summer Story. Cerita ini mengajak anak-anak untuk menilik kembali kehidupan mereka saat masih bayi dulu. Anda bisa bercerita perilaku khas mereka saat minum susu, terbangun saat malam atau kerepotan Anda untuk mengatur waktu bekerja dan mengurus mereka saat pertama kali menjadi Ayah/Ibu. Akhiri cerita ini dengan pelukan dan bisikan, “Mama/Papa sayang…”; agar mereka tahu Anda menyanyangi mereka dan akan tetap demikian selamanya.
Brambly Hedge_spring story

Secara pribadi saya sangat menikmati membaca buku ini karena gambar-gambar yang disertakan di bukunya sangat indah dan terperinci. Bahkan saya selalu ingin nyemil setelah membaca buku ini karena banyak sekali gambar makanannya.

Imajinasi anak-anak pun dapat tersentuh. Rumah di dalam pohon, tikus yang berdansa, makanan lezat dari buah-buahan, petualangan yang seru. Kehidupan sederhana yang penuh kebersamaan dan kepedulian, sangat tergambar di semua bagian cerita. Sungguh, menemukan buku ini di tumpukan buku bekas empat tahun lalu, adalah penemuan harta karun.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s