Dunia Ibu & Anak

Cerita dari Seminar “Panduan Memilih Sekolah”

oleh
Indah Sevianita

Sudah melihat hari ini tanggal berapa hari ini?

Tiba-tiba bulan April sudah datang. Kurang sebulan saja, Arel akan menyelesaikan masa bermainnya di  TK tempat ia biasa bertemu teman-temannya. Ya ampun….kayaknya anak ini barusan kemarin saya antar ke TK, sambil menangis dan merajuk minta ditemani. Tahu-tahu sudah menjelang Sekolah Dasar.

Eh, SD?  Kira-kira masuk SD mana ya? Ayah maunya SD Negeri. Saya maunya Sekolah Kreatif. Arel maunya nggak sekolah. Hoaaaaa….gimana ini kalau tiap orang punya keinginan yang berbeda dalam menentukan sekolah?

Belum lagi ketambahan cerita dari Mama-Mama lain, jangan disekolahkan sebelum usia tujuh tahun-lah, SD yang itu jelek-lah, SD yang ini mahal-lah. Aduuhh, tambah bingung jadinya.

Ada yang merasa seperti ini beberapa bulan terakhir?

Berbekal sekantung pertanyaan pribadi dan titipan kegundahan serta dilemma beberapa sahabat Ibu, saya ikut dalam seminar “PANDUAN MEMILIH SEKOLAH”  pada tanggal 17 Maret 2018 yang lalu.

Seminar ini diadakan oleh Psikolog ramah yang kreatif dari Surabaya, Mbak Iput- begitu biasanya dia dipanggil.

Pengisi  Seminarnya tak lain dan tak bukan, seorang Ayah yang sudah malang melintang dan menelurkan beberapa buku parenting yang sukses, Bapak Bukik Setiawan. Pasti seru seminarnya.

Pada seminar kali ini, Pak Bukik menceritakan pengalamannya saat menjadi Dosen di Universitas Airlangga Surabaya. Seringkali, beliau berhadapan dengan mahasiswa yang tidak tahu, dan tidak punya rencana yang jelas tentang kehidupannya saat nanti lulus kuliah.Panduan Memilih Sekolah (11)

Bayangkan, bertahun-tahun kita sekolah, namun saat mendekati garis akhir kemenangan, kita justru limbung tak tentu arah karena tak dapat melihat kejelasan dari tujuan kita menyelesaikan sekolah.

Ke mana semua kegagahan masa kecil saat ditanya, “kalau sudah besar mau jadi apa?”dan kita menjawab, “aku mau jadi dokter!”?

Ke mana semua binar-binar kebanggaan di mata saat kita membaca nama kita tertera di koran  sebagai salah satu mahasiswa yang berhasil masuk perguruan tinggi idaman?

Kebanyakan tujuan orangtua menyekolahkan anaknya dengan tujuan yang salah.

  • Cemas kalau anak terlambat dan tidak sepintar teman-teman sebayanya
  • Cemas kalau tidak masuk sekolah favorit

Jadi, jika kita hendak menyekolahkan si kecil, tanyakan ini dulu dalam benak kita, “kenapa anakku harus sekolah?”

Sekolah sejatinya adalah tempat agar anak bisa menemukan kemandirian serta kebahagiaan. Sekolah juga menumbuhkan orangtua yang berdaya dan mampu menjadi rekan dalam perkembangan anak-anak.

Panduan Memilih Sekolah (2)
foto:@iburakarayi

Menurut Pak Bukik, ada perbedaan yang sangat besar pada kepribadian dan cara belajar anak-anak milenial dibandingkan orangtuanya. Ini membuat perubahan besar pada dunia kerja masa kini.

Jika kita mau memperhatikan, ada banyak pekerjaan lama yang kini menghilang, banyak pekerjaan baru yang muncul, youtuber misalnya. Juga, ada pergeseran makna karier. Jika dulu orangtua kita menanamkan kesuksesan dalam dunia bekerja adalah posisi tinggi dan kesetiaan pada sebuah perusahaan, karier untuk anak milenial adalah kesetiaan dan pencapaian terhadap cita-cita pribadi.

Panduan Memilih Sekolah
foto: Instagram @memilihsekolah

Perubahan besar seperti itulah yang membuat para orangtua juga harus mengubah tujuan memberikan pendidikan pada  anak-anak. Jika kita masih menggunakan pola pikir pendidikan masa lampau, besar kemungkinan anak-anak kita kelak akan dikalahkan robot. Ya, robot. Kelak, anak-anak kita tidak hanya bersaing mencari pekerjaan sesama temannya, tapi juga robot. Di masa depan, pekerjaan statis dan tidak membutuhkan banyak kreativitas akan dikerjakan robot. Sekarang saja sudah banyak pintu tol atau gerbang parkit yang menggunakan mesin. Bahkan sudah ada robot yang dapat memasak persis seperti koki terkenal. Bayangkan itu.

Maka ada empat hal yang perlu ditumbuhkan pada pendidikan anak milenial:

  1. Berpikir kritis
  2. Kreatif
  3. Komunikasi
  4. Kolaborasi

Waah…apakah ada sekolah yang bisa memberikan empat hal di atas?

Ada!

Sekolah yang baik dan mampu memberikan empat hal di atas adalah sekolah yang menumbuhkan.

Ada dua jenis sekolah, menurut Pak Bukik.

  • Sekolah yang menanamkan
  • Sekolah yang menumbuhkan

Sekolah yang menanamkan berpegang pada tujuan pendidikan jaman revolusi Industri; yaitu mencetak buruh yang bisa bekerja dengan standart yang sama meskipun pabriknya berada di benua yang berbeda.

Sekolah yang menumbuhkan bergerak maju bersama dengan pengetahuan dan menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tahu anak. Tidak hanya sekedar menciptakan murid yang bernilai bagus, melainkan manusia yang dapat mewujudkan cita-cita secara utuh ketika dewasa.

Wow! Saya juga baru tahu kalau ternyata tujuan pendirian sekolah jaman dulu adalah menciptakan buruh. Masa anak-anak kita hanya sekedar tercetak menjadi ‘buruh’ di perusahaan? Jangaan yaa…

Lalu bagaimana kita tahu sekolah mana yang menanamkan, dengan sekolah yang menumbuhkan?

Nah ini bagian yang seru waktu itu. Para peserta diminta membentuk kelompok-kelompok kecil dan berdiskusi tentang kasus yang ditampilkan. Kami yang sebagian besar Emak-emak ini merasa dapat teman rumpi baru. He he…tapi yang dibahas bukan gossip, melainkan pendidikan anak. Apalagi dipandu oleh MC cantik yang suka mbanyol, Mbak Dian Tantri, para peserta rasanya seperti grup arisan yang sudah lama sekali berkawan.

Panduan Memilih Sekolah (32)
foto: @iburakarayi

Jadi sekolah seperti apa yang paling baik untuk anak kita? Jawaban pertanyaan ini bisa ditemukan dalam membaca buku “Panduan Memilih Sekolah” yang akan segera terbit. Ini bukan saya pelit berbagi ilmu, beneran bukan. Tapi setiap keluarga pasti punya nilai-nilai yang berbeda. Memberikan 1 jawaban untuk keberagaman bukanlah hal yang tepat. Jadi sebaiknya Anda memesan buku ini dan membacanya untuk menjadi salah satu acuan dalam memikirkan sekolah yang tepat untuk buah hati. Anda bisa memesan buku ini di www.memilihsekolah.com .

buku Panduan Memilih Sekolah

Terima kasih untuk Mbak Iput dan tim dari #bikinbikinditamanbikinseminar yang sudah menyediakan kesempatan untuk kami para Ibu untuk belajar. Untuk Bapak Bukik yang bersedia jauh-jauh ke Surabaya untuk berbagi ilmu dan diberondong pertanyaan dari para Ibu (yang kata beliau mirip accessor) tentang sekolah. Juga Grha Prodia Surabaya yang menyediakan tempat yang nyaman bagi kami para peserta selama seminar, dan para sponsor yang membantu terselenggaranya acara ini .

 

Semoga ulasan sederhana saya ini bisa memberikan cahaya baru dalam pemikiran Ibu/Ayah yang membacanya, dan mulai memikirkan tentang pendidikan buah hati di rumah sejak dini. Rencanakan sekarang, lebih baik daripada nanti.

***

 

2 tanggapan untuk “Cerita dari Seminar “Panduan Memilih Sekolah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s